dr. Abirianty Priandani Araminta, Sp.PD, Subsp.R(K) adalah seorang Dokter Spesialis Penyakit Dalam Subspesialis Reumatologi yang berfokus pada diagnosis dan penatalaksanaan berbagai penyakit sendi, autoimun, serta gangguan muskuloskeletal. Beliau memiliki kepakaran dalam menangani penyakit reumatik autoimun seperti rheumatoid arthritis, lupus, spondiloartritis, sklerosis sistemik, serta berbagai kondisi muskuloskeletal dan osteoporosis.
Dalam praktiknya, dr. Abirianty mengedepankan pendekatan yang komprehensif dan individual, mulai dari penegakan diagnosis, pengendalian aktivitas penyakit, pencegahan kerusakan organ dan sendi, hingga mempertahankan fungsi serta kualitas hidup pasien. Beliau juga memiliki kompetensi dalam berbagai prosedur diagnostik dan terapeutik di bidang reumatologi, termasuk ultrasonografi muskuloskeletal, aspirasi dan injeksi sendi maupun periartikular, serta evaluasi mikrosirkulasi dengan nailfold capillaroscopy.
Memadukan perkembangan ilmu kedokteran berbasis bukti dengan komunikasi yang personal dan kolaboratif, dr. Abirianty berkomitmen mendampingi pasien dalam pengelolaan penyakit reumatik dan autoimun secara menyeluruh, baik untuk kondisi akut maupun penyakit kronis jangka panjang. Beliau juga aktif dalam bidang akademik dan penelitian di bidang reumatologi serta terlibat sebagai salah satu kontributor dalam penyusunan panduan praktik klinis reumatologi.
Pendidikan
Subspesialis Reumatologi, Universitas Indonesia, 2025.
Spesialis Penyakit Dalam, Universitas Indonesia, 2020.
Dokter, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, 2012.
Keahlian
- Diagnosis dan penatalaksanaan penyakit reumatik autoimun, termasuk rheumatoid arthritis, systemic lupus erythematosus, systemic sclerosis, inflammatory myopathy, dan berbagai connective tissue diseases.
- Penanganan arthritis dan spondiloartritis, termasuk rheumatoid arthritis, psoriatic arthritis, ankylosing spondylitis, dan axial maupun peripheral spondyloarthritis.
- Evaluasi dan penatalaksanaan osteoarthritis serta berbagai keluhan muskuloskeletal, seperti nyeri lutut, bahu, tangan, dan punggung.
- Diagnosis dan tata laksana gout serta gangguan metabolisme asam urat.
- Evaluasi osteoporosis dan kesehatan tulang, termasuk penilaian risiko fraktur serta pencegahan osteoporosis akibat penggunaan glukokortikoid.
- Ultrasonografi muskuloskeletal (MSK ultrasound) untuk membantu diagnosis serta evaluasi berbagai penyakit sendi dan jaringan lunak.
- Aspirasi dan injeksi sendi maupun periartikular, termasuk tindakan dengan panduan ultrasonografi bila diperlukan.
- Nailfold capillaroscopy untuk evaluasi gangguan mikrovaskular pada penyakit autoimun, khususnya systemic sclerosis dan connective tissue diseases.
- Evaluasi keterlibatan organ pada penyakit autoimun, termasuk kelainan paru pada connective tissue disease-associated interstitial lung disease (CTD-ILD).
- Penggunaan dan pemantauan terapi imunomodulator, termasuk conventional DMARD, biologic DMARD, dan targeted synthetic DMARD.
- Manajemen nyeri dan pemeliharaan fungsi pada penyakit reumatik kronis dengan pendekatan multidisiplin.
- Pendampingan pasien dengan penyakit autoimun kronis, termasuk edukasi, pemantauan jangka panjang, serta perencanaan terapi yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing pasien.